Peringatan

Barusan saat di kereta, saya baru sadar SD Card 16 Gb yang menyimpan ribuan mp3 koleksi sejak jaman kuliah S1, yang saya selipkan di soft case HP, menghilang.

Kuat dugaan tercecer saat Kamis lalu saya terburu-buru mengganti kartu internet untuk memesan gojek di stasiun Bekasi. Ketika itu kondisi saya riweuh sekali. Dengan tas tentengan di tangan, saya baru sadar sudah kehabisan paket data untuk memesan ojek online. Cuma ada kartu cadangan dengan sisa paket tak seberapa, sehingga saya harus mencopot SD Card guna memasang kartu kedua, di tengah keramaian umat Bekasi di 30 menit menjelang berbuka puasa arafah. Fiuf, tangan saya sampai bergetar dan beberapa kali gagal memasang kartu. Seharusnya SD Card itu saya simpan di belakang HP. Mungkin ketika proses pemindahan tersebut, sd card berukuran mini itu raib.

Namun, deep on my heart, saya merasa baik-baik saja jika harus kehilangan semua koleksi mp3 yang hampir tiap hari saya putar, tinggal pilih tergantung mood mau yang mana. Mulai dari yang genre nya yang nge-rock habis, pop Indonesia, KPop, Jpop, Thailand, Arab, Murotal, sampai lagu Minangkabau, sepertinya saya sudah harus melupakan mereka semua.

Gak tau jika SD Card nya ketemu lagi apa “insyaf” saya ini kemudian lenyap 😁.
Tapi perasaan mendadak insyaf ngehapus-hapusin semua mp3 dan film di laptop pernah saya lakukan di tahun 2009 lalu, seusai mengikuti pelatihan manajamen dakwah kampus II, yang hanya diikuti oleh orang-orang yang dipilih senior ketika itu. Bertiga di atas angkot, dengan Anit dan Mutia, kita sama-sama berjanji untuk tidak mendengarkan lagi jenis musik apapun yang sifatnya melenakan, dengan sisa-sisa air mata di kala itu 😂.

Ah, zaman-zaman insyaf ketika itu sungguh menyenangkan. Rasa menjadi dekat dengan Allah, rasa ketika semangat dakwah menggebu-gebu, keinginan untuk mengejar ilmu meluap tak terbendung. ☺ Saya sendiri tidak yakin, bahwa pernah di suatu masa, saya benar-benar merasa mendapatkan hidayah, yang menjadi titik balik perjalanan karir saya sebagai manusia bumi mainstream dengan segala list dosa.

Namun, sesuai janji Allah, tidak mengaku beriman seorang manusia, jika ia belum menerima ujian dari Allah SWT. Saya rasa ini sangat benar. Bahkan ustad pun menyampaikan, bahwa ada banyak jenis ujian yang akan diterima manusia. Ada ujian untuk naik tingkat, ada ujian untuk menambah pahala, ada juga azab untuk menghapus dosa.

Jadi, jika merasa diuji, tak pelak itu karena amal perbuatan manusia itu sendiri. Ujian bukan karena Allah benci, tapi justru karena Allah sayang, karena manusia banyak yang berbalik menuju Allah, justru ketika mereka berada pada masa-masa penuh ujian. Perbanyak istigfar dan merenungi, jenis perbuatan mungkar mana yang tengah kita jalani.

Ada begitu banyak momen dimana keimanan diuji, naik turun berkali-kali. Masa ketika kita berada pada titik terendah keimanan atau bahasa kerennya: Futur… Namun tetap ingatlah, dear diri, selalu ada jalan untuk kembali. Menuju jalan yang lebih lurus dan menyenangkan, yaitu jalan ketika engkau benar-benar merasa bahwa Allah itu dekat, bahkan dari urat nadi sendiri.

*ngobrolin Sd Card ilang sampai berparagraf2 begini. Jadi intinya, hilang karena Allah sayang, begitu kira-kira 😅

View on Path

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
Gallery | This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s