#refleksi

Fokus ke empat orang di atas, Kak Dian dan Uni Ciau, wisudawati yang memotret Bang Erik dan Bang Wanda, dua suami yang sudah begitu sabar menunggu para istri untuk menyelesaikan pendidikan lanjut. Saya pikir ini menarik, akan menyenangkan jika memiliki pasangan yang saling mendukung passion dan kemajuan keduanya, bukan hanya salah satu di antara mereka.

Oups, sy tidak menerima komen ‘ciyeee baper’ kali ini. Karna saya sedang ikut berbahagia bisa menyaksikan dua istri ini berhasil melewati fase, yang dua tahun lalu mereka mulai dengan keringat dan air mata. Saya menjadi saksi kegalauan dan tangis tertahannya berpisah dengan suami dan anak yang masih batita 🤒 (khkhkhkhkhk, udah puitis belum kak Yan, ni ciau). But, they did it!.

Kemudian saya merasa bersyukur diberi kelapangan rezeki untuk bisa melanjutkan pendidikan sebelum masa berumah tangga, sehingga bisa menskip kesedihan karna perpisahan seperti kedua kakak di atas (*meskipun kemudian diikuti oleh nyinyiran banyak orang tentang pernikahan).

Menikah atau melanjutkan pendidikan, bukanlah dua hal yang harus saya pilih salah satunya. Adalah kebahagiaan jika ternyata lebih dahulu menemukan pasangan hidup sebagaimana kebahagiaan bisa mendapatkan kesempatan melanjutkan impian ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Terserah Allah menggoreskan skenario mana yang harus saya jalani terlebih dahulu. Saya tidak bisa memaksa apa yang saya inginkan, dan juga tidak akan terpaksa mengikuti seperti apa yang orang kehendaki. Meski mereka berkata itu tidak ideal, abnormal, atau tidak sewajarnya.

Apa yang terjadi pada diri masing-masing orang, maka itulah ideal diri mereka. Suatu ukuran yang tidak bisa kamu buat perbandingannya terhadap manusia lain, atau bahasa kekinian di socmednya: everybody has their own path. Jadi berbahagialah dengan timeline kehidupanmu sendiri 😊.

#catatan

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
Gallery | This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s