Ujian

Dan bagi seorang muslim, hanya perkara waktu tentang menemukan pelajaran yang ingin Allah sampaikan melalui berbagai cobaan dan ujian yang Ia berikan tersebut.

Karena sejatinya, Allah memberikan ujian bukan karena Ia benci, justru karena Ia sayang kepada umatnya. Secara naluriah, manusia akan lebih mengingat Tuhannya ketika ia berada pada tahap kesedihan, keputusasaan, masa berduka, dan lebih sering lupa ketika mereka berada pada puncak pencapaian, atau masa berbahagia.

Allah suka ketika manusia kemudian merengek, meminta pertolongan, bersujud memohon ampunan dan kasih sayang dariNya.

Ya, ujian dan kedukaan adalah sebuah undangan penuh cinta dariNya untuk kembali menyadari bahwa Allah itu dekat, lebih dekat dari urat nadi sendiri. Bahwa ujian, kedukaan, adalah batu loncatan untuk manusia mencapai tahapan kelas yang lebih tinggi.

Karena kemudian manusia yang berhasil melewati fase tersebut, akan membawa kebijaksanaan hidup bersamanya. Mereka akan terlahir sebagai pribadi kuat yang lebih tangguh.

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
Gallery | This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s