TNT 7

View on Path

The Naked Traveler 7, Yeay! Saya Mengikuti The Naked Traveler (TNT) sejak zaman kuliah S1 (tentu karna kebaikan hati mbak Rin yang mau meminjamkan kami secara bergiliran). Dan akhirnya saya berhasil membeli sendiri TNT pertama saya, pada buku seri ke 7 (*yang notabene buku perayaan 10 tahun TNT debut), daaan diskon 20% pulak! Yeay!😁😁😁.

Di antara buku traveling yang pernah saya baca, TNT adalah yang paling saya favoritkan. Beberapa hal yang saya sukai dari buku ini adalah:

1. TNT seperti judulnya ‘The Naked Traveler'(*bukan berarti t*****g yang sesungguhnya), namun lebih ke plesetan untuk menampilkan kondisi suatu lokasi traveling yang apa adanya. Bagus dibilang bagus, jelek ya digambarkan sesuai yang ditemukan, dengan bahasa yang easy going, tidak terlalu baku, dan juga tidak begitu sarkas.

2. Tematik, setiap judulnya menceritakan topik tertentu, seperti pantai, ya pantaiiii saja, bisa dari ujung Barat sampai ujung Timur dunia kisahnya. Jadi bukan sebagai sebuah kronologis. So, buku ini tidaklah semacam panduan mutlak untuk traveling, namun di setiap sub-bab akan ada tips menarik yang disampaikan secara tidak langsung.

3. No drama. Beberapa buku traveling yang pernah saya baca kadang terlalu banyak intro, dan seakan dibuat seperti novel. Tapi di TNT, author mengisahkan perjalanannya straight to the point. Singkat, jelas, dan padat. Bahkan 1 sub-bab itu kadang cuma 2-3 lembar.

4. Lucu! Yep, saya senang sekali dengan gaya bahasa, perumpamaan yang dipakai mba Trinity, sampai senyam-senyum sendiri 😁 Meski kadang di beberapa part terkesan vulgar, tapi menurut saya memang itu istilah yang paling cocok untuk menggambarkan situasi yang ingin disampaikan. Dan setelah melihat sosok mba Trinity di TV atau YT, saya pikir beliau memang punya sense of humor yang bagus.

5. Lokasi-lokasi traveling yang dikisahkan out of the box banget, unik . Mulai dari lokasi yang metropolitan banget sampai ke tempat yang nyaris terisolir.

6. Bekpeker style! Yup, meski gak selalu ngegembel, namun traveling yang dilakukan Trinity adalah versi yang ‘Bujeting’ banget, mengusahakan mengambil biaya yang paling minimalis, namun tidak melulu harus menyiksa diri dengan kualitas yang murahan. Naaaaah….

7. Membaca TNT, otak saya jadi ikut berkelana bersama setiap baris tulisannya, menyadari bahwa traveling tidak melulu perkara mengunjungi lokasi atau tempat yang instagramable saja, juga bukan pula tentang pergi ke tempat yang lebih maju dari negara sendiri, namun tentang bagaimana menikmati perjalanan, menemukan keseruan-keseruan baru, menciptakan sahabat-sahabat baru, dan yang paling penting semakin menyadari betapa kecilnya kita di dunia ini. Ya, we’re just a speck of dust within the galaxy, right?

***

Terakhir, saya suka cover-covernya! 😁 simpel, dengan warna-warna stabilo yang nyentrik. Langsung ketahuan itu TNT dari jarak jauh. Cover 1-7 adalah warna-warna favorit saya, btw (*agak norak emang 😅).

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
Gallery | This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

2 Responses to TNT 7

  1. praditalia says:

    Ini yg difilm.in bukan? Yg maudy ayunda sm hamish…. Wah.. Sepertinya menarik… Jd pengen browsing lbh mengenai buku ini

    • Iya mba, ini yang difilmkan jadi the nekad traveler. Tapi percayalah, buku dan film sama sekali jauh berbeda. Saya belum nontin filmnya, dan tidak berniat nonton setelah lihat triler nya 😅

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s