Pesan dari Sebuah Kematian

Kematian selalu menjadi nasehat terbaik sekaligus terakhir dari seorang manusia untuk manusia lainnya. Hari ini saya menerima dua kabar duka dari orang yang tidak begitu saya kenal, namun terasa dekat. Yang pertama, dari seorang adik kelas SMA, saya tidak tahu apa penyebabnya, namun cukup membuat duka grup alumni.

Kedua, berita yang baru saja saya terima senja ini. Beberapa menit sebelum azan maghrib berkumandang. Kabar meninggalnya seorang dosen terbaik yang pernah saya temui, Dr. dr. Imam Rasjidi, Sp.Og K(ONK). Saya tidak terlalu sering menerima kabar meninggalnya guru/dosen saya. Terakhir kali yang paling membuat berduka adalah kematian seorang guru SMA dan guru SMP saya.

Saya tidak tahu, tapi rasanya saya sedih sekali menerima kabar ini. Saya baru bertemu beliau dua kali, satu di acara seminar yang diadakan FSI FK UI, kedua di kelas dalam mata kuliah tentang Kanker Serviks, 7 Desember 2016 lalu. Namun, yang paling saya ingat adalah hampir sebagian besar kuliah beliau berisi tentang nasehat-nasehat kehidupan. Sangat tampak kualitas beliau sebagai seorang akademisi.

Salah satu nasehat beliau yang paling saya ingat adalah tentang beramal dengan berbagi ilmu pengetahuan. Beliau sangat gencar mempromosikan buku-bukunya bukan bertujuan untuk profit semata, namun agar banyak orang mengetahui apa yang seharusnya mereka ketahui. Apa artinya gelar yang panjang, harta yang banyak jika tidak memberikan manfaat kepada orang banyak.

Tidak banyak orang berilmu yang rendah hati, tidak membeda-bedakan, senang berbagi seperti beliau. Selain itu, tampak beliau sangat mencintai islam, salah satu bukunya yang sangat ingin saya koleksi adalah: Panduan kehamilan bagi muslimah, kolaborasi ilmu kesehatan reproduksi dengan ilmu agama.

Saya yakin, banyak orang yang berduka sekaligus banyak yang mendoakan beliau.

Pertanyaannya: kelak, jika kita meninggal, kenangan seperti apakah yang akan orang-orang ingat tentang kita? Baikkah? Burukkah? Apakah kita bisa meninggal sebagai husnul khotimah? Sudah sejauh mana ilmu yang kita punya bermanfaat bagi orang lain? Apakah panjang gelar dan ilmu yang kita punya hanya dijadikan sebagai ladang amal atau sebaliknya: menjadi senjata untuk hanya menguntungkan diri sendiri.

Selamat jalan menuju kampung akhirat Dokter. Semua nasehat tentang kehidupan dan pelajaran yang dokter sampaikan, insyaaAllah akan kami amalkan. 😢

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
Gallery | This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s