Nasionalisme bersama Monas Jakarta Fountain

View on Path

Dua minggu yang lalu, saya dan mbak Rin @hazyrin , menyempatkan diri ngelipir ke Monas (*terakhir kita ke Monas 1 tahun yang lalu), sengaja ke sana pas malam minggu banget. Bukan, bukan karena pengen ikut-ikutan malming-an seperti tradisi menstrem. Kita malah sukanya jalan kalau lagi weekday, ketika area yang menjadi destinasi hengot penduduk lagi sepi.
.
Tapi berhubung kita berdua (*minus Namiun yang tetiba kabur ke Lampung untuk reunian), penasaran dengan Monas Djakarta Fountain yang dibuka untuk umum secara gratis setiap Sabtu-Minggu malam pukul 19.30 dan 20.30, dan berhubung mbak Rin LANGKA banget bisa free dinas pas malming (*nasib perawat single), akhirnya kita tongkrongin deh Monas sedari matahari mulai tergelincir ke barat, sembari menahan ke’tidakbetahan’ karena Monas superb duperb ramai beut.
.
Sehabis solat Maghrib kita ga mutar-mutar lagi, langsung duduk tjakeup di lokasi MDF, nungguin dancing fountainnya mulai.
.
Hal menarik yang saya temukan dari agenda ini adalah, NASIONALISME nya sungguh terasa. Sepanjang acara (sebelum dan saat dimulai dancing fountain), semua koleksi lagu-lagu wajib Nasional yang mengharu biru diputar, seperti Tanah Airku, Gugur Bunga, dll. Selama agenda, MC meminta pengunjung meneriakan yel-yel semacam “Saya Indonesia, saya Pancasila”.😂
.
Yang bikin ‘nyess’ itu, anak2 yang bermain kegirangan sambil diawasi orang tua nya, tertawa dan ikut menyanyikan lagu Nasional.
.
Aah, semacam sudah lama banget saya tidak mendengar anak-anak menyanyikan lagu ini, kemarin2 mereka pada sibuk ber-despacito sih. Saya sih dengerin lagu Nasional di Perpus UI aja, pas perpus ngode nyuruh pulang karna akan segera tutup 😂.
.
Yang bikin indah itu, blitz Handphone pengunjung yang merekam, sedangkan untuk dancing fountainnya sendiri, B aja sih 😂😂. Kita keburu udah lihat yang lebih keren di Gelar Budaya Semarang.
.
But over all, salut untuk Pemerintah yang mengadakan agenda gratis semacam ini, sebagai momen untuk kumpul-kumpul keluarga. Biar anak-anak gak pada diajak ngemol terus, jadi mereka bisa lari-larian, belajar tentang sejarah (*karena MC nya di setiap jeda lagu ada ceramah tentang sejarah dikit), mengenal lagu-lagu nasional juga.
.
#foto ke2 Dancing Fountain di Semarang

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
Gallery | This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s