Wafat sebelum Lahir

Tiga hari terakhir, banyak kasus IUFD (intra uterine fetal death), janin yang sudah meninggal di dalam kandungan sebelum bisa dilahirkan secara sempurna, yang saya temui di IGD Maternal RS ini.

Jika sebelumnya yang datang sering kali adalah ibu dengan abortus, yang dikeluarkan hanya berupa gumpalan darah dan kadang organ-organ tak sempurna yang sudah tercerai berai, belakangan ini banyak bayi utuh besar yang dilahirkan. Namun denyut jantung nya sudah tidak ada, mereka tidak menangis saat lahir.

Dan bagian yang paling menyedihkan adalah menghadapi respon kedua orang tua tentang kejadian pahit yang mau tidak mau harus diberi tahu. Jika memeluk bayi yang lahir hidup adalah semacam obat bagi kesakitan dan perjuangan ibu ketika bersalin, rasanya tidak tega ketika harus menyerahkan bayi yang sudah meninggal tersebut.

Bapak ini datang mengantar istrinya yang sedang hamil anak ketiga, dengan hipertensi berat, pernafasan cepat hingga berkeringat. Seharusnya segera dirawat intensif di ICU, apa daya ICU sedang penuh saat ini. Lagi-lagi kemungkinan terburuklah (henti nafas) yang harus disampaikan oleh petugas kepadanya. “Tolong selamatkan istri saya”, ujarnya memelas, saya bagai menyaksikan adegan di drama-drama televisi. Dia menghampiri istrinya, menatap dalam dan haru, memegang kaki istrinya yang kesulitan bernafas sambil berkali-kali membaca Alfatihah.

Istrinya mengeluh nyeri di perut, dan si suami langsung mengelus sambil bersenandung “Subhanallah, walhamdulillah, walailahaillah, Allahuakbar. Walahaula wala quata, illa billahilaliyuladzim”.

Ketika ia tahu RS dan petugas medis bukanlah pilihan yang sempurna untuk dihandalkan, beliau tahu kepada siapa harus mengucap harap. Kepada yang Maha Kasih dan Maha pengabul doa. Percaya atau tidak, saturasi O2 pasien ini semakin naik, dan tekanan darahnya semakin turun dalam 1 jam observasi di IGD ketika suaminya menyenandungkan zikir. Meski orang2 mengatakan itu pengaruh obat, saya yakin ada campur tangan Allah di sana. Allah benar-benar hadir saat hambaNya berserah.

Sesaat kemudian dokter melakukan USG, dan hasil USG menunjukan bahwa, tidak ada detak jantung janin yang ditemukan. Maka tegaklah diagnosis ‘IUFD’. Si Bapak berpasrah, yang penting istrinya selamat.
Namun, kabar baiknya, tetiba ada 1 bed kosong di ICU bagi pasien BPJS kelas 3 tanggungan Pemda ini.

***

Alhamdulillah, disuguhkan kisah mengharukan ini di Malam terakhir dinas di IGD Maternal untuk semester ini

Bagi saya yang bukanlah perawat klinik, bisa menemukan langsung kejadian-kejadian seperti ini adalah harta karun berharga, bukan hanya sebagai bekal untuk berempati dalam setiap kasus yang kelak saya ajarkan kepada mahasiswa, namun lebih kepada peng’kaya’an rohani untuk selalu berpikir tentang hal-hal lain di luar kesenangan dan kebagiaan dunia. Tentang bagaimana seharusnya manusia mengembalikan fitroh aslinya sebagai makhluk lemah, tentang bagaimana cara ‘meng-hamba-kan’ diri kepadaNya

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
Gallery | This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

2 Responses to Wafat sebelum Lahir

  1. Hawa says:

    Salah seorang sahabat kk baru aja mengalaminya ai. Sesuatu yang jangankan yang mengalami, yang
    bukan siapa2nya saja akan tertunduk lesu, sedih tak terperi. Waktu itu Kami sama2 sedang hamil anak kedua, dan sama2 laki2. Cuma kk harus lahiran sc duluan krn ada penyulit, sementara dia InsyaAllah bisa normal. Tapi sampai waktu hpl tiba, tak kunjung ada kabar walau sudah kk hub. Dua bulan setelahnya baru dia mengabari. Anaknya IUFD. Speechless banget… bayi dgn IUFD adalah simpanan bagi kedua orang tuanya di akhirat.. tidurlah ananda… semoga bertemu di JannahNya…
    Dan semoga Allah ganti dengan kebahagiaan yang banyak.. aamiin

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s