Tentang MUI (Mesjid Ukhuwah Islamiah)

 

MUI (Mesjid Ukhuwah Islamiah) atau Mesjid UI. Pertama kali sholat di mesjid ini, membuat saya langsung membatin,”Ya Allah, kalau saya lulus di UI, saya ingin liqo di sini, biar bisa sering2 ke MUI”.

Semua orang yang singgah di MUI pasti merasakan betapa nyamannya mesjid ini. Terletak persis di pinggir danau UI, dengan pemandangan perpus yang elegan di kejauhan & gedung rektorat yang selfieable, tata ruangnya apik, sejuk tanpa perlu AC, ada toko bukunya, bersih & hijau, saya pikir MUI telah berhasil membangun opini bahwa mesjid bukan hanya tempat untuk sekedar singgah solat lantas pergi.

Ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan di sini. Ada yang liqo/halaqoh di pelataran (tidak peduli itu tarbiyah/salafi/HTI), ada yang rapat, ada yang sekedar duduk2 santai, sambil makan sembari haha-hihi. WC nya bersih, tempat wudhu nya nyaman, petugas kebersihan stand by setiap saat.

Setiap pagi Ahad akan ada pemandangan keluarga yang kumpul2 pasca Kajian Ahad Pagi (KAP), dengan bocah-bocah berserakan, berlarian tertawa dan berteriak tanpa ada yang memarahi.

Saya senang sekali karna MUI punya kajian mingguan rutin yang topiknya selalu berkesinambungan. Pengunjungnya ramai, ada sarapan gratis bagi 200 pengunjung pertama pula!

MUI adalah definisi mesjid madani yang siapapun akan jatuh hati.

Sore ini sembari menunggu Ashar, sepulangnya dari Islamic Book Fair, saya dan mba Rin duduk menikmati semua pemandangan itu sambil berbagi pemikiran,” Andai MNI (Mesjid Nurul Ilmi) Unand juga seperti ini ya… Tidak hanya sebagai persinggahan solat civitas akademika, namun juga pusat dakwah bagi warga sekitarnya. Unand kan juga banyak dikunjungi saat Minggu pagi. Menjadi mesjid yang tidak hanya eksklusif bagi sebagian pihak. Banyak tempat santai nya, duduk2 tjakeup sambil nunggu solat. Dibikin lebih hijau & asri. Padahal Unand itu pemandangannya paling spektakuler. Mesjid mana coba di Padang yang pemandangannya seperti surga dg pohon yang dibawahnya mengalir sungai-sungai? Hanya Mesjid Unand. Yang menghidupkan aktivitas dakwah di Mesjid kampus itu bukan hanya tugas FSI, harus ada pengurus khusus “.

Ya, meski tengah berada di UI, Unand selalu menempati satu ruang khusus di hati. Tidak bermaksud membanding-bandingkan, namun kita terlalu rindu dan menginginkan kampus yang kita cintai juga kelak memiliki nuansa yang sama. Terakhir kali saya ke kampus Unand, MNI masih dalam perbaikan, semoga ketika saya ke sana lagi nanti, MNI sudah bertransformasi menjadi mesjid kampus yang benar-benar nyaman dan menyenangkan. 🙂

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
Gallery | This entry was posted in Random Thougts. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s