ASKEP Ca.OVARIUM & SERVIKS

KANKER OVARIUM

Definisi
Kanker ovarium adalah kumpulan tumor dengan histiogenesis yang beranekaragam ,baik yang beasr maupun yang kecil.(Sylvia anderson,1995)
Kanker ovarium adalah bagian dari karsinoma sel skuamosa ovarium yang dapat tumbuh dalam setiap epitel berlapis skuamosa atau mukosa yang mengalami metaplasia skuamosa.(Stanley L Robbins,1995)

Etiologi
Tidak ada penyebab yang pasti tetapi yang ada faktor-faktor resiko yaitu:
1 . Wanita dengan riwayat keluarga kanker ovarium atau kanker payudara khususnya ibu /  saudara perempuan.
2.  Wanita dengan riwayat kanker payudara
3  .Ovulasi yang lebih dari 40 tahun dan menopouse yang lambat.
4  .Usia kehamilan I setelah berusia lebih dari 30 tahun.
5.  Usia lebih dari 45 tahun dan nullipara.
6.  merokok dan alcohol

Klasifikasi
Klasifikasi TNM atau FIGO Ca.Ovarium
T ——————Tumor primer
Tx         : Tumor tidak dapat ditentukan
To        : Tumor primer tidak dapat ditemukan
T1      I        : Tumor terbatas pada ovarium
T1a    Ia       :  terbatas pada 1 ovarium
T1b    Ib       :  Terbatas pada 2 ovarii
T1c  Ic  T1b atau T1c dengan kontaminasi rongga perut karena ruptur kista / tumor                   maligna
T2     II             :  perluasan tumor kedalam panggul
T2a   IIa      :  KeUterus / tuba
T2b   IIb      :  kejaringan panggul lain
T2c   Iic       :  dengan sel maligna dirongga perut
T3     III    metastasis peritoneum diluar panggul atau pada kelenjar limfe

N——————Nodus
Nx            :  Kelenjar regional tidak dapat diperiksa
No             :  kelenjar tidak menunjukkan kelainan
N1             :  Ada metastasis dikelenjar regional

M————-Metastasis
Mx            :   tidak dapat ditemukan
Mo            :   tidak ada metastasis jauh
M1             :  metastasis jauh (kecuali peritoneum)

Patofisiologi

.Manifestasi Klinik
Karsinoma ovarium sering tidak menimbulkan gejala,sehingga disebut the silent killer (pembunuh diam-diam).Gejala dan tanda umumnya menyerupai tumor ovarium jinak  berupa benjolan pada perut mungkin ada keluhan rasa berat, gangguan atau kesulitan saat defekasi karena desakan,udem tungkai karena tekanan pada pembuluh balikatau limfe.Bila tumor tsb menghasilkan hormon kadang ada gangguan hormonal berupa gangguan haid,nyeri tekan payudara.Anemia dan penurunan berat badan biasanya baru terjadi pada tingkat lanjut.tumor sel granulosa dan tumor sel teka yang memproduksi hormonakan menimbulkan perdarahan abnormal pada masa reproduksi dan perdarahan pada masa balik.

Komplikasi
Tumor ovarium yang cukup besar dapat menyebabkan kelainan letak janin dalam rahim atau dapat menghalangi masuknya kedalam panggul pada ibu hamil. Saat persalinan dapat terjadi komplikasi yang gawat yakni obstruksi bagi lahirnya anak yang menyebabkan ruptur uteri.Obstruksi usus merupakan komplikasi yang sering terjadi pada kasus tingkatan lanjut.

Penatalaksanaan
Umumnya pengelolaan kanker ovarium didasarkan pada tingkat klinis,jenis tumor, dan gambaran histopatalogis.
Pada tingkat klinis I dan II dilakukan pembedahan dasar dengan pengangkatan uterus,omentum,dan appendiks.Pada tingkat klinis III dan IV dilakukan pembedahan dasar ditambah dengan pengangkatan tumor sebanyak mungkin,dan sebagai terapi lanjutan diberikan kemoterapi berupa doksorubisin dan sisplatin yang dikombinasikan dengan siklofosfamid dan hoksemetil melamin.
Pada dasarnya dalam kehamilan tumor ovarium yang ukurannya lebih besar dari telur angsa harus dikeluarkan.Hal itu didasarkan atas 3 pertimbangan:
1 .kemungkinan keganasan
2. kemungkinan torsi
3. kemungkinan menimbulkan komplikasi

Saat operasi yang paling baik adalah antara 16-20 minggu
Jika  <16 mgg bisa menyebabkan abortus apabila korpus luteumgraviditis diangkatyang menghasilkan progesteron ikut terangkat
Jika 16-20 mgg plasenta sudah terbentuk lengkap,fungsi korpus luteum diganti oleh plasenta dan produksi progesteron terus menerus walaupun korpus leteum telah diangkat.
Jika >20 mgg tekniknya lebih sulit,sehingga rangsangan mekanis pada uterus waktu operasi sukar dihindarkan dengan akibat partus prematurus.

KANKER SERVIKS

Definisi
Karsinoma insitu pada serviks adalah keadaan dimana sel-sel neoplastik terdapat pada seluruh lapisan epitel,perubahan prakanker lain yang tidak sampai melibatkan seluruh lapisan epitel serviks disebut displasi.displasia adalah Neoplasma Servikal Intra epitelial
(CIN)> (Sylvia anderson,1995).
Kanker serviks adalah perubahan sel-sel serviks dengan karakteristik hystologi,proses perubahanpertama menjadi tumor ini dimulai terjadi pada sel-sel skuamucolummar serviks (maternity of nursing, 2001).

Etiologi
Faktor-faktor   resiko:
1.Usia dini saat melakukan hubungan seksual
2.Melahirkan pada usia sangat muda
3.Memiliki banyak pasangan seksual
4.pemajan terhadap Human Papilo Virus (HPV)
5.infeksi HIV
6.merokok

Klasifikasi
TNM         FIGO
T————–Tumor primer
Tx        : tumor tidak dapat ditentukan
To        : tumor tidak tampak
Tis     0    : karsinoma insitu
T1     I        : tumor terbatas pada serviks
T2    II    : tumor diluar serviks/uterus,tetapi tidak lewat sepertiga proksimal vaginal dan tidak ke perineum
T3    III    : tumor masuk vagina bagian bawah,perineum  atau menyumbat ureter
T4    IVa     : tumor masuk mukosa kandung kemih,mukosa rektum atau diluar panggul

N————–Kelenjar limfe
Nx        : kelenjar tidak dapat ditentukan
No        : kelenjar tidak dapat diraba / dilihat
N1        : kelenjar reginal maligna

M————-Metastasis jauh
M1    Ivb    :  metastasis  ada

Patofisiologi

.Manifestasi klinik
Gejala dan tanda awal tidak mengesankan sehingga sering tidak diperhatikan.Leukorea lama kelamaan disertai bau busuk terjadi akibat nekrosis tumor.Perdarahan sentuh termasuk perdarahan senggama merupakan ntanda tumor sudahmengalami nekrosis sentral dan membentuk luka.Nyeri panggul dan tungkai menunjukkan infiltrasi lokal.Anemia marupakan tanda akibat perdarahan.

Manajemen terapeutik
Terapi kasinoma serviks dilakukan bilamana dignosa telah dipastikan dan sesudah perencanaan yang matang oleh tim yang sanggup melakukan rehabilitasi dan pangamatan lanjutan.
Pada tingkat klinik (KIS)tidak dibenarkan dilakukan elektrokoagulasi,bedah krio (cryosurgery) atau dengan sinar laser,kecuali bila yang menangani seorang yang ahli dalam kolposkopi dan penderitamya masih muda dan belum mempunyai anak.Dengan biopsi kerucut (conebiopsy)meskipun untuk diagnostik,acapkali menjadi terapeutik.Ostium uteri interinum tidak rusak karenanya.Bila klien cukup tua dan mempunyai anak dapat dilakukan histerektomi sederhana.
Pentahapan klinis memberikan keparahan penyakit sehiungga pengobatan dapat direncanakan lebih spesifik dan prognosis lebih dapat diprediksikan kanker serviks. Pengaruh kanker serviks pada sistem reproduksi:
–  kemandulan
–  abortus
–  menghambat pertumbuhan janin
–  kelainan pada persalinan
–  perdarahan dan infeksi

Tindakan penanganan tergantung pada umur,paritas, tua kehamilan dan stadium kanker :
1. Wanita relatif muda,hamil tua dengan kanker stadium dini dapat melahirkan secara spontan
2. dalam triwulan I dijumpai kanker serviks,dilakukan abortus buatan kemudian diberikan pengobatan radiasi.
3. dalam triwulan II kehamilan segera lakukan histerektomi untuk mengeluarkan hasil konsepsi,kemudian diberikan dosis penyinaran.
4. wanita relatif muda yang masih mendambakan anak dengan kanker serviks dilakukan ionisasi atau amputasi portio kemudian dikontrol dengan baik.Bila anak cukup sebaiknya dikerjakan histerektomi.

Diagnosis dapat ditemukan setelah hasil pap smear disertai dengan adanya displasia, atau sel-sel atipik persisten yang diikuti dengan hasil biopsi yang mengidentifikasi adanya Neoplasia intro-epitel (CIN).

Penatalaksanaan
Terapi pada prisipnya terdiri dari pembedahan,radioterapi dan kemoterapi.Metode mana yang dianjurkan bergantung dari tingkat klinis,usia penderita,tingkat penyakit,dan sarana yang tersedia.Histerektomi radikal apat dilakukan secara abdominal atau vaginal.

ASUHAN KEPERAWATAN

I.PENGKAJIAN
Aktifitas istirahat
Gejala :
•    Kelemahan / keletihan
•    Perubahan pada pola tidur
•    Adanya faktor-faktor yang mempengaruhi tidur seperti nyeri,ansietas,keringat malam
•    Pekerjaan / profesi dengan pemajanan karsinogen lingkungan ,tingkat stress tinggi

Integritas ego
Gejala :
•    Faktor sress,merokok,alkohol
•    Menunda mencari pengobatan
•    Masalah tentang lesi / cacat, pembedahan
•    Menyangkal diagnosis, putus asa

Eliminasi
Gejala :
•    Pada Kanker Serviks terjadi perubahan defekasi ,perubahan eliminasi urinarius. Misalnya; nyeri
•    Pada kanker Ovarium terdapat tanda haid tidak teratur ,sering berkemih,menopouse dini dan menorrhagia.

Makanan dan minuman
Gejala :
•    Kanker serviks : kebiasaan diet buruk (ex:rendah serat,tinggi lemak,bahan pengawet)
•    Kanker Ovarium : dispepsia,rasa tidak nyaman pada abdomen, lingkar abdomen yang terus meningkat).

Neurosensori
Gejala :
•    Pusing, sinkope

Nyeri / ketidaknyamanan
Gejala :
•    Adanya nyeri, derajat bervariasi dari nyeri tingkat ringan s/d berat ( dihubungkan dengan proses penyakit )
•    Nyeri tekan pada payudara (pada kanker ovarium)

Keamanan
Gejala : pemajanan pada zat kimia, toksik dan karsinogen
Tanda : demam ,ulserasi

Seksualitas
Gejala :
•    Perubahan respon seksual.keputihan (jumlah,karakteristik,bau), perdarahan setelah senggama(pada kanker serviks)
•    Nulligravida lebih besar dari usia 30 tahun,mempunyai banyak pasangan seksual,aktifitas seksual dini.

Interaksi sosial
Gejala :
•    Ketidaknyamanan / kelemahan sistem pendukung
•    Riwayat perkawinan,dukungan dan bantuan
•    Masalah tentang fungsi dan tanggung jawab peran

Penyuluhan
Gejala :
•    Riwayat kanker pada kelurga
•    Riwayat pengobatan sebelumnya

2. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1)    .Ansietas b.d diagnosis kanker, takut akan rasa nyeri,kehilangan feminitas dan perubahan bentuk tubuh
2)    Gangguan harga diri b.d perubahan seksualitas, fertilitas dan hubungan dengan pasangan dan keluarga.
3)    Perubahan eliminasi urinarius b.d truma mekanis,manipulasi bedah, adanya edema jaringan lokal,hematoma, gangguan sensoris/motoris
4)    Nyeri b.d  pembedahan dan terapi tambahan lainnya
5)    Kurangnya pengetahuan tentang aspek-aspek
6)    Perioperatif histerektomi dan perawatan diri

III .INTERVENSI KEPERAWATAN
DIAGNOSA 1
Ansietas b.d diagnosis kanker, takut akan rasa nyeri,kehilangan feminitas dan perubahan bentuk tubuh
Dibuktikan dengan : Peningkatan ketegangan, gemetaran, ketakutan, gelisah mengekspresikan masalah mengenai perubahan dalam kejadian hidup

Tujuan :Rasa cemas klien berkurang

Kriteria hasil : menunjukkan rentang yang tepat dari perasaan dan berkurangnya rasa takut.

Tindakan mandiri :
    Tinjau ulang pengalaman pasien / orang terdekat sebelumnya dengan kanker.tentukan apakah dokter telah menjelaskan tentang penyakitnya pada klien
Rasional :
Membantu klien dalam mengidentifikasi rasa takut dan kesalahan konsep berdasarkan pada pengalaman kanker
    Dorong klien untuk mrngungkapkan perasaan dan pikirannya
Rasional :
Memberikan kesempatan untuk memeriksa rasa takut realistik serta kesalahan konsep tentang diagnostik

    Berikan informasi akurat,konsistensi mengenai prognosis,hindari memperdebatkan tentang persepsi klien terhadap situasi.

DIAGNOSA 2
Dibuktikan dengan :
–    mengungkapkan perubahan dalam gaya hidup tentang tubuh,perasaan tidak berdaya,putus asa dan tidak mampu,
–    tidak mengambil tanggung jawab untuk perawatan diri,kurang mengikuti perubahan pada persepsi diri / persepsi orang lain tentang peran,
tujuan : meningkatkan harga diri pasien
KH : mengungkapkan pemahaman tentang perubahan tubuh ,penerimaan diri dalam situasi.

Tindakan mandiri :
-dorong diskusi masalah tentangefek kanker / pengobatan pada peran sebagai ibu rumah tangga,orangtua dan sebagainya.
Rasional :
Dapat membantu menurunkan masalah yang mempengaruhi penerimaan pengobatan atau merangsang kemajuan penyakit

-akui kesulitan pasien yang mungkin dialami, berikan informasi bahwa konselingh perlu dan penting dalam proses adaptasi
rasional :
memvalidasi realita perasaan klien dan memberikan izin untuk tindakan apapun untuk mengatasi apa yang terjadi.

-berikan dukungan emosional untuk klien / orang terdekat selama tes diagnostic dan fase pengobatan
rasional :
meskipun beberapa klien beradaptasi / menyesuaikan diri dengan efek keanker atau efek samping terapi,banyak memerlukan dukungan tamabahn selama periode ini.

Tindakan kolaborasi :
–    rujuk klien / orang terdekat pada program kelompok mpendukung (bila ada )
raional :
kelomp[ok pendukung biasanya sangat menguntungkan bagi klien untuk tindakan pengobatan / pemulihan
–    rujuk pada konseling professional bila di indikasikan
rasional :
mungkin perlu untuk memulai dan mempertahankan struktur psikososial positif bila system pendukung klien terganggu
DIAGNOSA III
Tujuan : eliminasi kembali lancer seperti biasanya
Dibuktikan dengan :sensasi kandung kemih penuh,frekwensi sedikit untuk berkemih atau tidak ada keluar urin,inkontinensia,distensi kandung kemih
kriteria hasil :mengosongkan kandung kemih secara teratur

tindakan mandiri :
–    perhatikan pola berkemih dan awasi keluaran urin
rasional :
dapat mengindikasikan retensi urin bila berkemih dengan sering dalam jumlah sedikit / kurang (<100 ml )
–    palpasi kandung kemih,selidiki keluhan ketidaknyamanan / ketidakmampuan berkemih
rasional :
persepsi kandung kemih penuh,distensi kandung kemih diatas simpisis pubis menunjukkan adanya retensi urine.
–    berikan tindakan berkemih rutin,posisi normal,aliran air pada baskom,penyiraman air hangat pada perineum.
rasional  :
meningkatkan relaksasi otot perineal dan dapat mempermudah upaya berkemih.
–    berikan perawatan kebersihan perineal dan keperawatan kateter
rasional :
meningkatkan kebersihan,menurunkan resiko ISK asendens
–    kaji karakteristik urine ,perhatikan warna,kejernihan,bau
rasional :
retensi urine,drinase vagina, dan kemungkinan adanya kateter intermittenmeningkatkan resiko infeksi

DIAGNOSA 4
Dibuktikan dengan :
Keluhan nyeri,memfokuskan pada diri sendiri ,distraksi/perilaku berhati-hati,gelisah.
Tujuan : nyeri hilang / berkyrang
KH : melaporkan penghiulangan nyeri maksimal

Tindakan mandiri :
–    tentukan riwayat nyeri,misalnya :lokasi nyeri,frekwensi dan intensitas nyeri (skala 0-10 )
rasional :
informasi memberikan data dasar untuk mengevaluasi kebutuhan intervensi
–    berikan tindakan kenyamanan dasar (misalnya : reposisi,gosokkan punggung) dan    aktifitas hiburan ex: musik.TV
rasional :
meningkatkan relaksasi dan membantu memfokuskan kembali perhatian

–    dorong menggunakan keterampilan manajemen nyeri (misalnya teknik relaksasi,visualisasi,dll),terutama musik dan sentuhan terapeutik
rasional :
memungkinkan klien untuk berpartisipasi secara aktif dan meningkatkan rasa control

tujuan kolaborasi :
–    kembangkan rencana manajemen nyeri antara klien dan nyeri
rasional :
rencana terorganisasi mengembangkan kjesempatan untuk control nyeri
_    berikan analgesic sesuai indikasi
rasional :
nyeri adalah komplikasi dari kanker meliputi respon individual berbeda,saat perubahan penyakit,penilaian dosis akan diperlukan.

Advertisements

One Response to ASKEP Ca.OVARIUM & SERVIKS

  1. iwa says:

    patofisiologi dan pathwaynya mana????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s