HEPATITIS

HEPATITIS

A.    DEFINISI
Hepatitis merupakan peradangan luas pada jaringan hati disertai dengan nekrosis dan degenerasi sel yang menghasilkan kumpulan perubahan klinis, biokimia, serta selular yang khas.

B.    ETIOLOGI
a.    virus hepatitis A, virus hepatitis B, virus hepatitis C, virus hepatitis D, virus heapatitis E
b.    zat kimia ( yang paling sering: karbon tetra kloroda, fosfor, kloroform dan senyawa omas )
c.     obat-obatan : isoniazid, halotan, asetaminofen dan antibiotik tertentu, anti metabolik serta obat-obat anastesi

C.    PATOFISIOLOGI
a.    Manifestasi Klinis dan Penatalaksanaan
b.    1. Hepatitis virus
1.1    Hepatitis A
Etiologi: virus RNA dari famili enterovirus
Manifestasi klinis :
–    bisa ikterik atau tanpa gejala ikterik ( anikterik subklinis)
–    bila gejala muncul bentuknya berupa infeksi saluran nafas atas yang ringan seperti flu dengan panas yang tidak begitu tinggi
–    anoreksia merupakan gejala dini dan biasanya berat
–    belakangan dapat timbul ikterik dan warna urin yang gelap
–    gejala dispepsia dapat terjadi dalam berbagai derajat. Ditandai oleh rasa nyeri epigastrium, mual, nyeri ulu hati, dan flatulensi
–    gejala-gejala di atas menghilang pada puncak ikterik ( 10 hari sesudah kemunculan awal )
–    splenomegali dan hepatomegali sering terjadi
–    cenderung bersifat simptomatis

Penatalaksanaan
–    tirah baring selama stadium akut
pasien di anjurkan isthirahat di tempat tidur sampai hampir bebas dari ikterik dan transaminase serum sudah menurun mendekati normal
–    diet yang bergizi
yaitu diet rendah lemak dan tinggi karbohidrat selama periode anoreksia pasien di beri makan sediklit-sedikit tapi sering, bila terus menerus muntah makanan di beri secara intravena. Bila nafsu makan telah pullih gizi dengan protein tinggi dapat mempercepat pemulihan

1.2     Hepatitis B
Etiologi : virus hepatitis B ( virus DNA )
Manifestasi klinis :
–    secara klinis sangat menyerupai hepatitis A nam,un masa inkubasi jauh lebih lama
–    gejala dapat samar dan bervariasi
–    mengalami penurunan selera makan
–    dispepsia, nyeri abdomen
–     pegal-pegal yang menyeluruh, tidak enak badan dan lemah
–    Panas dan gejala pernafasan jarang dijumpai
–    Gejala ikterik bisa terlihat atau tidak.
–    Bila ikterik disertai tinja berwarna cerah dan urin berwarna gelap
–    Nyeri tekan pada hati dan splenomegali

Penatalaksanaan :
–    terapi dini penyuntikan interferon tiap hari ( hanya boleh diberikan pada kondisi yang terkendali dan cermat)
–    tirah baring sampai geejala mereda, aktivitas dibatasi
–    nutrisi adekuat
–    mengendalikan gejala dispepsia dan malaise

1.3     Hepatitis C
Etiologi : virus hepatitis C ( virus RNA )
Manifestasi klinis :
–    serupa dengan hepatitis B tapi tidak begitu berat dan anikterik
Penatalaksanaan :
–    terapi interferon dosis rendah dan nutrisi yang adekuat

1.4     Hepatitis D
Etiologi : virus hepatitis D (virus RNA)
Manifestasi klinis :
–    serupa gejala hepatitis B, tapi lebih beresiko untuk menderita heaptitis fulminan dan berlanjut menjadi hepatitis aktif yang kronis serta sirosis hati
Penatalaksanaan :
–    serupa dengan hepatitis lain

1.5     Hepatitis E
Etiologi : virus hepatitis E (virus RNA)
Manifestasi klinis :
–    serupa dengan hepatititis lain
Penatalaksanaan :
–    serupa dengan hepatitis lain

2. Hepatitis karena zat kimia
Etiologi : yang paling sering yaitu : karbon tetraklorida, fosfor, kloroform, dan senyawa emas.
Manifestasi klinis :
Anoreksia, mual muntah, ikterik, hepatomegali.
Penatalaksanaan :
Terapi yang ditujukan untuk memulihkan dan mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit, penggantian darah, memberikan perasaan nyaman dan tindakan pendukung

3. Hepatitis karena obat-obatan
Etiologi : isoniazid, halotan, asetaminofen dan antibiotik tertentu, anti metabolik serta obat-obat anastesi
Manifestasi klinis:
–    awitan bersifat mendadak dengan gejala menggigil, panas, ruam,pruritus,atralgia, anoreksia dan mual
–    ikterik
–    warna urin gelap
–    nyeri tekan karena hepatomegali

D.    KOMPLIKASI
1.    Hepatitis Fulminan
yaitu suatu sindrom klinis akibat nekrosis masif sel-sel hati, sehingga terjadi gagal hati yang berat secara mendadak. Keadaan ini ditandai dengan ensefalopati yang progresif, hati menciut, bilirubin meningkat cepat, waktu pembekuan memanjang dan koma hepatikum
2.    Hepatitis kronik persisten
yaitu perjalanan penyakit yang mermanjang 4 – 8 bulan. Terjadi pada 5-10% pasien. Meskipun terlambat pasien-pasien hepatitis kronis persisten akan selalu sembuh kembali
3.    Hepatitis relaps
yaitu kekambuhan setelah serangan awal akibat minum alkohol atau aktivitas fisik berlebih. Ikterik biasanya tidak terlalu nyata. Tirah baring akan segera diikuti kesembuhan
4.    Hepatitis kronik aktif (hepatitis agresif)
kerusakan hati permanen berlanjut menjadi sirosis. Terapi kortikosteroid dapat memperlambat perluasan cedera hati tapi prognosis tetap buruk. Kematian biasanya terjadi dalam 5 tahun
5.    Kanker hati (karsinoma hepato seluler)
merupakan komplikasi lanjut yang cukup bermakna. Penyebab utamanya adalah infeksi HBV kronik  dan sirosis

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s