Yuki No Hana

By: Mika Nakashima

Nobita kage wo hodou ni narabe
Yuuyami no naka wo kimi to aruiteru
Te wo tsunaide itsumademo zutto
Soba ni ireta nara nakechau kurai

Kaze ga tsumetaku natte fuyu no nioi ga shita
Sorosoro kono machi ni kimi to chikadzukeru kisetsu ga kuru

kotoshi, saisho no yuki no hana wo
Futari yorisotte
Nagamete iru kono toki ni
Shiawase ga afuredasu

Amae toka yowasa ja nai
Tada, kimi wo ai shiteru kokoro kara sou omotta

Kimi ga iru to donna koto demo
Norikireru you na kimochi ni natteru
Konna hibi ga itsumademo kitto
Tsudzuiteku koto wo inotte iru yo

Kaze ga mado wo yurashita yoru wa yuriokoshite
Donna kanashii koto mo
Boku ga egao e to kaete ageru

Maiochite kita yuki no hana ga
Mado no soto zutto
Furiyamu koto wo shirazu ni
Bokura no machi wo someru
Dareka no tame ni nanika wo shitai to omoeru no ga
Ai to iu koto wo shitta

Moshi, kimi wo shinatta to shita nara
Hoshi ni natte kimi wo terasu darou
Egao mo namida ni nureteru yoru mo
Itsumo itsu demo soba ni iru yo

Amae toka yowasa ja nai tada, kimi to zutto
Kono mama issho ni itai sunao ni sou omoeru
Kono machi ni furitsumotteku masshiro na yuki no hana
Futari no mune ni sotto omoide wo egaku yo
Kore kara mo kimi to zutto…

Niji

By : (Ninomiya Kazunari)

Itsumo sou yo.
Suneru to kimi wa.
Watashi no daiji na mono o kakusu deshou.
Sono basho wa kimatte onaji da kara.
Kyou wa saki ni itte matte miru wa.

Kisetsutachi ga yuuhi o tsurete kite
Kage ga watashi o mitsukete nobiru…

Bikkuri shita kao de watashi o mitsumete wa
Kyuu ni kuchi togarase puitto soto miru no.
Gomen ne. to iu to
Jaa kocchi ni kite yo to
Nee, hora mite mite
Kage ga kasanatta…

Kasa ga butsukari massugu arukenai.
Sonna watashi o mite waratteiru no.

Watashi mo yatte misete ageru no.
Onaji you ni, kuchi o togarasu…

Yasashiku warau kimi ga
Kono jikan ga kuukan ga
Nakitaku naru kurai
Ichiban daiji na mono da yo.
Waza to togaraseteru…
Watashi ni gomen ne no henji o ma tazu ni
Yasashiku kisu shita no…

Kore kara wa chotto kurai no wagamama
Itte mo ii yo.
Demo watashi ni dake yo.

Mendokusai kara tte
Sunao ja nainda kara
Nan de ienai no ka na?
Suki da yo.
Hitokoto yo?
Tama ni wa kikitai na.
Kyou wa watashi to kimi ga
Myouji o kasaneta hi.
Ai ga mebuita hi.

la… la… la…

Niji ga kirei da yo.
Iya, omae no hou ga…
Terehajimeru kimi ni
Arigatou. Arigatou.

Continue reading

Aksara untuk Bunda

                            Surat Cinta untuk Ibunda…

Assalamualaikum wr. Wb..

Teriring dengan surat ini, ananda menguntai lafaz do’a agar Ibunda di sana berada dalam keadaan sehat dan selalu berada dalam pelukan Rahmat-Nya.

Bunda, ananda menulis surat ini ketika alunan tembang “satu rindu” Opik mengalun dengan diiringi deru hujan di luar sana yang membuat jari-jari ananda bergetar untuk sekedar menekan tuts-tuts keyboard ini. Ananda merasa kesepian bunda, ananda sangat merindukan pelukan kehangatan bunda. Kehangatan yang selalu bunda berikan walaupun untuk itu engkau senantiasa harus melawan setiap kerikil dan gelombang dinamika kehidupan.

Continue reading

Sebut saja

 

 

Sebut saja namanya sibuk…

Ketika waktu membuatmu terlupa dengan kebiasaan-kebiasaan favorit membuka lembar demi lembar buku, mencoreti kertas dengan berbagai lengkung garis, atau menatap dengan penuh binar halaman Microsoft word di layar kotak modernmu dan mengukir aksara disana.
Sebut saja namanya lalai…
Ketika curhat kepada pencipta tak lagi berlama-lama, semuanya terlaksana serba buru-buru, dan entah beberapa amanah terbengkalai dengan begitu saja
Sebut saja namanya malas…
Ketika tak ada lagi list job yang tertera rapi dan dibubuhi ceklis karena sudah diselesaikan, banyak pekerjaan menumpuk disana-sini, dan engkau mulai enggan menyentuh deretan PR yang sudah kau tabung sejak lama
Sebut saja namanya Lupa…
Ketika engkau tak lagi berinteraksi dengan lembaran-lembaran impianmu, berjalan dengan berbagai kesibukan tanpa ada semangat untuk menikmati, walaupun engkau sadar itu adalah caramu merangkai mimpi
Sebut saja manusia…
Yang dianiaya kesibukan tak jelas
Sebut saja manusia
Yang lalai adalah rutinitas berangkai
Sebut saja manusia
Yang kemalasan adalah momok utama
Sebut saja manusia
Manusia yang pelupa…
Demikian….

 

Embun, aku

Seharusnya kita belajar pada embun,

Yang selalu memetik rindu pada pucuk-pucuk dedaunan di subuh hari

Melepas kerinduan hanya dalam beberapa waktu

Kemudian dengan penuh keikhlasan menghilang tersapu panasnya sang mentari

Seharusnya kita belajar pada embun,

Yang dengan penuh kesabaran tak bosan menjumpai pucuk-pucuk kehijauan

Mengulangi lagi dan lagi…

Tak terbilang berapa kali mekar dan redup berpacu dengan sang surya

Embun yang menikmati peran singkatnya

Embun yang menikmati perjumpaan ringkasnya

Embun yang begitu setia dan ikhlas

Namun aku bukanlah embun…

Yang memiliki banyak kesempatan untuk menjumpaimu dalam riuh rendah fenomena kehidupan

Namun aku tak ingin menjadi embun…

Karena rindu hanya akan menyiksa

Karena aku adalah aku, dan tak sekuat embun yang tak pernah belajar untuk melupa

Lagi-Lagi VMJ

Lagi-Lagi “VMJ”

Kurang lebih dua minggu yang lalu saya diundang oleh adik-adik Pengurus Keputrian FSKI  FK UNBRAH untuk mengisi acara forum An-Nisa di sana. Alhamdulillah, ini adalah undangan keempat dari FSKI FK Unbrah untuk menjadi pemateri disana, namun jujur ketika mendapatkan telfon keempat kalinya itu, saya sedang dalam keadaan “HDRB”, Harga Diri Rendah Buaaangeett…. Rasanya kok ya gak pantes nian untuk menjadi pemateri di agenda sekaliber Forum An-Nisa saat ini. Secara akhir-akhir ini keimanan saya rasanya berada dalam stage yang rendah, seolah-olah menurun drastis. Tentu saja saya tidak ingin niat “pencerahan” malah nyeleweng menjadi “pengracunan”. Namun, ketika sang adik berkata : “Kak, bisa jadi pemateri untuk FA besok? Temanya tentang VMJ kak…” Tetiba di dalam hati saya ingin ngakak. Entah lah. Dengan sedikit menahan tawa, saya menggoda sang adik :“Nahh kok VMJ -VMJ terus?? Banyak yang lagi kena VMJ ya?” Dengan malu-malu sambil menahan tawa sang adik menjawab di seberang sana,”Iya nih kak… banyak yang lagi kena virus nih kayagnya”.

Mendengar temanya adalah tentang “VMJ”, tetiba saya merasa harus sejenak melupakan kegalauan saya tentang “HDRB” yang sedang saya derita. Saya memutuskan untuk menerima undangan ini dan men-delay acara kepulang-kampungan saya sebelum berangkat dinas ke Painan (Awalnya saya sudah berniat untuk pulkam pada hari Kamis maka schedule diubah menjadi: ikut Agenda FA Jumat, Pulkamnya Jumat, ke Painannya Minggu). Continue reading

Dear Blog!

Dear Blogs!

Huahh… seharian ini cuaca panas sekali. Kupikir ini suhu yang lazim untuk Painan dan sekitarnya. Baru juga memasuki hari ketiga dinas di sini. But… segala sesuatunya harus dipercepat termasuk proses “peng-adaptasi-an”. *eh ini udah betul apa belum sih ejaannya :D

Malam ini seharusnya aku mengerjakan berbagai macam tugas dan laporan untuk mengantisipasi kedatangan dosen besok paginya. *Dear God, semoga besok dosen gak jadi datang TT__TT* Namun secara kebetulan teman-teman sekamar pada memutuskan keluar makan malam, tinggallah diriku sendiri yang memutuskan tidak ikut untuk sebentar menyendiri mengusir kejenuhan dunia perdinasan dengan menikmati masa-masa hanya ada aku, kamar, dan laptop *abaikan tumpuan koper,ransel dan barang2 lain*.

Ya ya ya… waktu private yang susaaaahhh sekali didapatkan akhir-akhir ini. Tak boleh disiakan selagi hasrat berceloteh sedang up grade-up gradenya *apa coba maksudnya*

Guys…. tooo much thing yang sedang menumpuk-numpuk di otakku saat ini. Doakan semoga narasi demi narasi tetap menghiasi blog ku yang sederhana. Sekedar melepas kerinduan untuk menulis dan berceloteh di blog, walau aku tahu tak semuanya yang “rela” membaca dan menyaksikan blog ini…mhuhahahaha…..

#oke Bye!

Sebut Saja Itu Sebuah “Tangisan”

Seumur-umur hidupku, aku pernah sekali-dua kali menangis ketika sedang harus berbicara di depan umum. Aku tidak ingat itu kapan-kapan saja, yang jelas sekali waktu yaitu ketika terpilih sebagai ketua NIC (pas ngasih kata sambutan) dan ketika harus menyampaikan kesan dan pesan terakhir sebagai ketua NIC di Mubes NIC. Ya,itu adalah moment-moment mengharu-biru yang rasanya sayang sekali kalau dilewatkan tanpa tangisan * walaupun sebelum Mubes dimulai sudah janji-janjian sama pengurus yang lain gak bakal ada agenda bertangisan* #perjanjian teringkari #lapingus.

Continue reading

Tanya

Demi apa kematian adalah sepotong episode yang menjadi rutinitas harian disini

Demi apa maut adalah pelengkap drama kehidupan sebuah keluarga

Demi apa istri, suami tertunduk pilu melihat kediaman sang sahabat hati menahan perih sakit

Demi apa sang Bunda meraung menjerit sejadi-jadinya mendapati anaknya telah membujur kaku

Demi apa ?? Demi apa??

Demi menahan perih dan ketakutan terhadap “perpisahan” yang Maha Adil oleh sang Maha Kekal ….


#Di lorong sebuah ruangan tempat berlalu lalangnya sang Malaikat Maut